Senin, 07 Juli 2014

MIMPI BERTEMU NABI MUHAMMAD SAW

( Mimpi 1 )
Kisah ini terjadi di tahun 2008. Sebuah pengalaman yang saya yakin tidak semua manusia mendapatkannya, atas karunia-Nya saya bersyukur dan merasakan bangga sebagai muslim. Namun disisi lain saya merasakan sebuah tanggung jawab dan makna setiap pesan dari kejadian itu.
Sore itu, disebuah masjid Nampak ramai dikunjungi oleh banyak orang. Seperti ada acara pengajian namun tak seperti biasanya ramai seperti ini. Biasanya pengajian pada umumnya hanya dihadiri oleh kaum hawa yang lebih dominan dan sekarang jamaahnya begitu banyak dan mereka juga mengenakan baju gamis putih panjang seperti ciri khas pakaian orang timur  tengah. Saya pun turut mengahmipiri karena penasaran dan ingin tahu siapa mubalighnya. Saya berjalan ke arah samping masjid karena jika dari depan jelas tidak bisa lewat karena terlalu padat. Saat pendengaranku tertuju pada satu suara yang begitu kharismatik itu tiba seseorang memanggilku “ Mas kesini, tolong bantu kami didapur dan siapkan jamuan buat yang ceramah didalam”. Seru seorang pada. “oh iya saya bantu” sahutku sambil membawa nampan yang berisi gelas berisi air putih. Didalam ceramahnya begitu terngiang dan menggetarkan bathin siapapu mendengarnya ketika beliau berkata :

“Sesungguhnya ummat ku ini akan berpecah belah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, kecuali satu golongan yang memegang Al-Qur’an dan Assunahku”

Gemetar rasanya mendengar, kualitas suaranya begitu menghipnotis setiap insan yang mendengar. Seakan itu bukanlah suara dari seorang biasa yang ada di dunia. Tidak beberapa lama kemudian saya berdiri di satu-satunya jalan dan masih memegang nampan dan segelas air itu tiba-tiba rombongan mubaligh itu keluar dan berjalan berlawanan ke arah saya. Saya pun tak mau menghalangi jalan mereka lalu saya berdiri dipinggir jalan. Begitu terlihat jelas para pengawal itu berbaju gamis/top ala pakaian orang timur tengah, wajah mereka pun bukan seperti orang melayu melainkan wajah-wajah orang arab. Kucermati dengan teliti dan mata ini tertuju pada yang hendak kucari namun tak jua kujumpai. Rombongan itu mengayunkan lebih cepat kakinya hingga kulihat postur tubuh mereka lebih tinggi, saaat saya berada diantara rombongan yang sedang berjalan tiba-tiba saya merasa getaran luar biasa, jantung saya berdegup kencang, seolah ada yang lewat dari tepat dipinggir saya. Sampai rombongan selesai lewat saya masih bertanya-tanya “dimanakah mubaligh itu, kenapa sampai habis lewat pengawalnya namun saya tak melihat beliau?” ucapku sambil kebingungan. Tiba-tiba seseorang menepuk pundaku dan kutengok seorang berpawakan suku arab dengan jenggot rapi dan berkata “ Dia itu Rasululloh SAW yang ceramah…” jawabnya padaku. Saya pun gemetaran sampai-sampai terbangun dari mimpi dengan keringat dingin.
Saya cuma merenung barangkali tidak bertemunya saya dengan Rasululloh lewat mimpi karena belum rejeki dan mana mungkin Beliau mau menemui saya yang seorang fakir, masih awam tentang agama bahkan bukan ustad ataupun ulama.
( Mimpi ke 2 )
Sekitar dua minggu kemudian saya mengalami mimpi lagi, saat itu kegiatan saya bersama teman-teman kampus yang setiap malam jum’at berkumpul dan berdiskusi tentang Islam dan Peradabannya itu terbawa kedalam mimpi. Saya hanya berdua saat itu dengan teman saya dan menunggu teman-teman lainnya yang belum datang. Namun disekitar saya orang-orang pada berlarian, seperti suasana pada gempa di tahun 2006 yang masih teringat jelas dalam ingatan. Dari ibu-ibu yang menggendon anak, anak muda bahkan nenek-nenek berjalan meski tertatih-tatih dengan tongkatnya. Saya pu heran dan keluar ke jalan lalu bertanya pada seseorang yang lewat “ Ada apa ini bu kok orang-orang pada berlarian?” “iku lho mas Kanjeng Nabi arep teko ( itu lho mas Rasululloh mau datang)” jawabnya dengan dialek Bahasa Jawa. Namun saya bertanya-tanya kenapa Rasululloh mau datang?? Bukankah beliau telah wafat lama??. Saya menjadi penasaran dan akhirnya memutuskan ikut berlarian kearah orang-orang yang berkumpul. Disana kudapati orang berkumpul dari macam kalangan, disebuah lapangan yang besar bahkan seperti lautan masa melebihi pidato Bung Karno. Saya lihat juga rombongan presiden datang paspampresnya. Kami semua berdiri dan memperhatikan karena ada seorang mengumumkan bahwa rombongan Rasululloh datang. Semua menjadi hening, tak ada satupun suara dari mulut siapapun. Air mata berjatuhan dan mulut mereka ditahan masing-masing dengan dekapa jemari tangan.
“Ini adalah cucu Rasululloh… Hasan dan Husein ( dua anak kecil tampan berjalan )
“ Ini Siti Aisyah, istri Rasululloh.. ( perempuan bercadar yang tak bisa terlihat melainkan jalannya yang cepat”
“Ini rombongan sahabat… ( lagi-lagi mereka berjalan cepat dan kami tak bisa melihat wajahnya)
Ketika sudah selesai seperti ada jeda beberapa saat, orang-orang bertanya “dimana Rasululloh..?” sambil menangis kami ingin melihatnya.
“Maaf Rasululloh tidak bisa datang” Jawabnya.
Semua orang menangis histeris….
Begitupun saya mengalirkan air mata karena ingin melihat wajah kekasih Alloh itu, manusia yang mulia. Hingga saya terbangun dan ternyata ini mimpi lagi. Kembali kurenungkan, apakah Rasul enggan menampakan wajahnya didalam mimpiku, barangkali memang saya belum pantas. Saya tetap bersyukur dengan ini semua setidaknya kabar kedatangan Rasul saja saya bisa rasakan lewat mimpi.
( mimpi ke 3 )
Di mimpi ketiga entah dari mana mulainya suasana negeri ini seperti hancur, ada yang menerangkan ini mau kiamat. Memang saat itu bencana terjadi. Gunung-gunung begitu jelas memuntahkan laharnya, gedung-gedung hancur karena gempa. Keadaan kacau balau dan manusia berlarian kemana saja guna menyelamatkan diri. Hingga pada akhinya kami berada disebuah padang yang bersebelahan dengan jurang yang dibawahnya api berkobar tingggi. Hanya ada 1 jembatan penghubung yang besarnya tidak melebihi besarnya pegangan kayu pada sapu. Semua orang mendapat giliran harus melewati jembatan itu, dengan setiap umat Nabi yang dipanggil dan yang lainnya menunggu giliran. Saat itu semua umat nabi dari Nabi Nuh, Musa sampai Isa AS dipanggil. Dan banyak diantara mereka yang jatuh ke jurang api itu. Hingga ketika giliran tiba umat nabi Muhammad SAW maka diberhentikan dengan alas an Umat Muhammad belum saatnya melewati jembatan ini. Kami senang dan bersyukur bahwa yang akan kami rasakan itu tidak terjadi.  
Saya pun terbangun dan mengucapkan istighfar memohon ampun, saya diam sejenak dan tak bisa berkata apa-apa. Apakah ini gambaran kiamat? Apakah yang akan kami lewati  adalah Jembatana Shiratal Mustaqim? Maha besar Alloh yang memberikan saya kesempatan untuk kembali ke dunia dari mimpi yang berharga ini.
( Mimpi ke 4 )
Pada mimpi ke empat ini saya merasa ini adalah lanjutan dari mimpi ke dua. Disitu digambarkan berita kedatangan Dajal Laknatulloh sudah memporak porandakan dunia. Saya melihat pasukan berkuda dengan Panji-panjinya sudah siap melawan. saya merasakan getarang pasukan Islam begitu bersemangat, mereka meneriakan takbir. Betapa kuat kekuatan Islam yang saya rasakan itu karena mereka bersatu padu. Mungkin jika ini terjadi di zaman sekarang maka tak mungkin jika Islam akan Berjaya lagi seperti dulu. Ditengah-tengah gemuruh takbir tanpa sadar saya melihat disekeliling saya bahwa orang-orang ini bukan orang Indonesia atau melayu melainkan jelas-jelas suku Arab. Saya tertegun ketika saya berada ditengah - tengah pasukan Islam terlebih lagi ternyata saya berada di Madinah Al Munawaroh, di Tanah Masjid Nabawai inilah saya berdiri. Sungguh tak kusangkan hati ini terasa gemetaran, melihat megahnya Masjid apalagi berkumpul dengan orang-orang Soleh.
Hingga tak kuduga ketika saya ikut menyerukan Takbir tiba-tiba pundakau di tepuk, saya menolehkan kepala dan kulihat sesorang berkuda, dengan wajah yang bersinar, rambut dan jenggotnya nan rapi, harum tubuhnya, bertubuh sedang sambil bersabda :
“ Aku Muhammad Rasululloh, jangan sekali-kali kamu tinggalkan Sholat 5 waktu berjamaah jika kamu mau selamat dunia dan akherat”.
Gemetar tubuh ini dan lebih gemetar bahkan air mataku tak terbendungkan sampai terbangun kurasakan air mata ini masih mengalir. Sungguh jelas kulihat beliau dengan wajah yang bercahaya, dengan ketampanannya yang belum pernah ku jumpai sebelumnya. Sholawat dan salam ku curahkan kepada Nabi Muhammad Saw.
Ini adalah kisah nyata dalam diri saya sendiri tanpa ada kebohongan sedikitpun.
Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang melihatku disaat tidur maka seakan-akan dia melihatku pada saat terjaga dan setan tidaklah dapat menyerupaiku.” (HR. Bukhori)
Dari Abdullah bin Mas’ud bahwasanya Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang melihatku disaat tidur maka sungguh dia telah melihatku. Sesungguhnya setan tidak bisa menyerupaiku.” (HR, Tirimidzi, dia berkata ini adalah hadits hasan shahih).
Semoga bermanfaat.


Jogjakarta 2008

Mokhamad Rochyadi



Tidak ada komentar:

Posting Komentar