( Mimpi 1 )
Kisah ini terjadi di tahun 2008. Sebuah pengalaman
yang saya yakin tidak semua manusia mendapatkannya, atas karunia-Nya saya
bersyukur dan merasakan bangga sebagai muslim. Namun disisi lain saya merasakan
sebuah tanggung jawab dan makna setiap pesan dari kejadian itu.
Sore itu, disebuah masjid Nampak ramai dikunjungi oleh
banyak orang. Seperti ada acara pengajian namun tak seperti biasanya ramai
seperti ini. Biasanya pengajian pada umumnya hanya dihadiri oleh kaum hawa yang
lebih dominan dan sekarang jamaahnya begitu banyak dan mereka juga mengenakan
baju gamis putih panjang seperti ciri khas pakaian orang timur tengah. Saya pun turut mengahmipiri karena
penasaran dan ingin tahu siapa mubalighnya. Saya berjalan ke arah samping
masjid karena jika dari depan jelas tidak bisa lewat karena terlalu padat. Saat
pendengaranku tertuju pada satu suara yang begitu kharismatik itu tiba seseorang
memanggilku “ Mas kesini, tolong bantu kami didapur dan siapkan jamuan buat
yang ceramah didalam”. Seru seorang pada. “oh iya saya bantu” sahutku sambil membawa
nampan yang berisi gelas berisi air putih. Didalam ceramahnya begitu terngiang
dan menggetarkan bathin siapapu mendengarnya ketika beliau berkata :
“Sesungguhnya ummat ku ini akan berpecah belah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, kecuali satu golongan yang memegang Al-Qur’an dan Assunahku”
Gemetar rasanya mendengar, kualitas suaranya begitu
menghipnotis setiap insan yang mendengar. Seakan itu bukanlah suara dari
seorang biasa yang ada di dunia. Tidak beberapa lama kemudian saya berdiri di
satu-satunya jalan dan masih memegang nampan dan segelas air itu tiba-tiba
rombongan mubaligh itu keluar dan berjalan berlawanan ke arah saya. Saya pun tak
mau menghalangi jalan mereka lalu saya berdiri dipinggir jalan. Begitu terlihat
jelas para pengawal itu berbaju gamis/top ala pakaian orang timur tengah, wajah
mereka pun bukan seperti orang melayu melainkan wajah-wajah orang arab. Kucermati
dengan teliti dan mata ini tertuju pada yang hendak kucari namun tak jua
kujumpai. Rombongan itu mengayunkan lebih cepat kakinya hingga kulihat postur
tubuh mereka lebih tinggi, saaat saya berada diantara rombongan yang sedang
berjalan tiba-tiba saya merasa getaran luar biasa, jantung saya berdegup
kencang, seolah ada yang lewat dari tepat dipinggir saya. Sampai rombongan selesai
lewat saya masih bertanya-tanya “dimanakah mubaligh itu, kenapa sampai habis
lewat pengawalnya namun saya tak melihat beliau?” ucapku sambil kebingungan. Tiba-tiba
seseorang menepuk pundaku dan kutengok seorang berpawakan suku arab dengan
jenggot rapi dan berkata “ Dia itu Rasululloh SAW yang ceramah…” jawabnya
padaku. Saya pun gemetaran sampai-sampai terbangun dari mimpi dengan keringat
dingin.
Saya cuma merenung barangkali tidak bertemunya saya
dengan Rasululloh lewat mimpi karena belum rejeki dan mana mungkin Beliau mau
menemui saya yang seorang fakir, masih awam tentang agama bahkan bukan ustad
ataupun ulama.
( Mimpi ke 2 )
Sekitar dua minggu kemudian saya mengalami mimpi lagi,
saat itu kegiatan saya bersama teman-teman kampus yang setiap malam jum’at
berkumpul dan berdiskusi tentang Islam dan Peradabannya itu terbawa kedalam
mimpi. Saya hanya berdua saat itu dengan teman saya dan menunggu teman-teman
lainnya yang belum datang. Namun disekitar saya orang-orang pada berlarian, seperti
suasana pada gempa di tahun 2006 yang masih teringat jelas dalam ingatan. Dari
ibu-ibu yang menggendon anak, anak muda bahkan nenek-nenek berjalan meski
tertatih-tatih dengan tongkatnya. Saya pu heran dan keluar ke jalan lalu
bertanya pada seseorang yang lewat “ Ada apa ini bu kok orang-orang pada
berlarian?” “iku lho mas Kanjeng Nabi arep teko ( itu lho mas Rasululloh mau
datang)” jawabnya dengan dialek Bahasa Jawa. Namun saya bertanya-tanya kenapa
Rasululloh mau datang?? Bukankah beliau telah wafat lama??. Saya menjadi
penasaran dan akhirnya memutuskan ikut berlarian kearah orang-orang yang
berkumpul. Disana kudapati orang berkumpul dari macam kalangan, disebuah
lapangan yang besar bahkan seperti lautan masa melebihi pidato Bung Karno. Saya
lihat juga rombongan presiden datang paspampresnya. Kami semua berdiri dan
memperhatikan karena ada seorang mengumumkan bahwa rombongan Rasululloh datang.
Semua menjadi hening, tak ada satupun suara dari mulut siapapun. Air mata
berjatuhan dan mulut mereka ditahan masing-masing dengan dekapa jemari tangan.
“Ini adalah cucu Rasululloh… Hasan dan Husein ( dua
anak kecil tampan berjalan )
“ Ini Siti Aisyah, istri Rasululloh.. ( perempuan
bercadar yang tak bisa terlihat melainkan jalannya yang cepat”
“Ini rombongan sahabat… ( lagi-lagi mereka berjalan
cepat dan kami tak bisa melihat wajahnya)
Ketika sudah selesai seperti ada jeda beberapa saat,
orang-orang bertanya “dimana Rasululloh..?” sambil menangis kami ingin
melihatnya.
“Maaf Rasululloh tidak bisa datang” Jawabnya.
Semua orang menangis histeris….
Begitupun saya mengalirkan air mata karena ingin
melihat wajah kekasih Alloh itu, manusia yang mulia. Hingga saya terbangun dan
ternyata ini mimpi lagi. Kembali kurenungkan, apakah Rasul enggan menampakan
wajahnya didalam mimpiku, barangkali memang saya belum pantas. Saya tetap
bersyukur dengan ini semua setidaknya kabar kedatangan Rasul saja saya bisa
rasakan lewat mimpi.
( mimpi ke 3 )
Di mimpi ketiga entah dari mana mulainya suasana
negeri ini seperti hancur, ada yang menerangkan ini mau kiamat. Memang saat itu
bencana terjadi. Gunung-gunung begitu jelas memuntahkan laharnya, gedung-gedung
hancur karena gempa. Keadaan kacau balau dan manusia berlarian kemana saja guna
menyelamatkan diri. Hingga pada akhinya kami berada disebuah padang yang
bersebelahan dengan jurang yang dibawahnya api berkobar tingggi. Hanya ada 1
jembatan penghubung yang besarnya tidak melebihi besarnya pegangan kayu pada
sapu. Semua orang mendapat giliran harus melewati jembatan itu, dengan setiap
umat Nabi yang dipanggil dan yang lainnya menunggu giliran. Saat itu semua umat
nabi dari Nabi Nuh, Musa sampai Isa AS dipanggil. Dan banyak diantara mereka
yang jatuh ke jurang api itu. Hingga ketika giliran tiba umat nabi Muhammad SAW
maka diberhentikan dengan alas an Umat Muhammad belum saatnya melewati jembatan
ini. Kami senang dan bersyukur bahwa yang akan kami rasakan itu tidak terjadi.
Saya pun terbangun dan mengucapkan istighfar memohon
ampun, saya diam sejenak dan tak bisa berkata apa-apa. Apakah ini gambaran
kiamat? Apakah yang akan kami lewati adalah
Jembatana Shiratal Mustaqim? Maha besar Alloh yang memberikan saya
kesempatan untuk kembali ke dunia dari mimpi yang berharga ini.
( Mimpi ke 4 )
Pada mimpi ke empat ini saya merasa ini adalah
lanjutan dari mimpi ke dua. Disitu digambarkan berita kedatangan Dajal
Laknatulloh sudah memporak porandakan dunia. Saya melihat pasukan berkuda
dengan Panji-panjinya sudah siap melawan. saya merasakan getarang pasukan Islam
begitu bersemangat, mereka meneriakan takbir. Betapa kuat kekuatan Islam yang
saya rasakan itu karena mereka bersatu padu. Mungkin jika ini terjadi di zaman
sekarang maka tak mungkin jika Islam akan Berjaya lagi seperti dulu.
Ditengah-tengah gemuruh takbir tanpa sadar saya melihat disekeliling saya bahwa
orang-orang ini bukan orang Indonesia atau melayu melainkan jelas-jelas suku
Arab. Saya tertegun ketika saya berada ditengah - tengah pasukan Islam terlebih
lagi ternyata saya berada di Madinah Al Munawaroh, di Tanah Masjid Nabawai
inilah saya berdiri. Sungguh tak kusangkan hati ini terasa gemetaran, melihat
megahnya Masjid apalagi berkumpul dengan orang-orang Soleh.
Hingga tak kuduga ketika saya ikut menyerukan Takbir tiba-tiba
pundakau di tepuk, saya menolehkan kepala dan kulihat sesorang berkuda, dengan
wajah yang bersinar, rambut dan jenggotnya nan rapi, harum tubuhnya, bertubuh sedang
sambil bersabda :
“ Aku
Muhammad Rasululloh, jangan sekali-kali kamu tinggalkan Sholat 5 waktu
berjamaah jika kamu mau selamat dunia dan akherat”.
Gemetar tubuh ini dan lebih gemetar bahkan air mataku
tak terbendungkan sampai terbangun kurasakan air mata ini masih mengalir.
Sungguh jelas kulihat beliau dengan wajah yang bercahaya, dengan ketampanannya
yang belum pernah ku jumpai sebelumnya. Sholawat dan salam ku curahkan kepada
Nabi Muhammad Saw.
Ini adalah kisah nyata dalam diri saya sendiri tanpa
ada kebohongan sedikitpun.
Didalam sebuah
hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw
bersabda,”Barangsiapa yang melihatku disaat tidur maka seakan-akan dia
melihatku pada saat terjaga dan setan tidaklah dapat menyerupaiku.” (HR.
Bukhori)
Dari Abdullah bin
Mas’ud bahwasanya Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang melihatku disaat
tidur maka sungguh dia telah melihatku. Sesungguhnya setan tidak bisa
menyerupaiku.” (HR, Tirimidzi, dia berkata ini adalah hadits hasan shahih).
Semoga bermanfaat.
Jogjakarta 2008
Mokhamad Rochyadi
Jogjakarta 2008
Mokhamad Rochyadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar