Senin, 12 Maret 2012

Prahara Lalu

Seraut wajah tersenyum dan tertawa terbahak
Berceritakan tentang kehidupan lalu
Bersaksikan bintang-bintang menawan
Yang meluluhkan sejenak prahara-prahara lalu


Tuhan tiada ciptakan kemelut namun juga kedamaian
Menyapa hati dengan lembut dan bertutur merdu
Yang bagaikan seruling ditiup Sang Penyair

Di dalam senyumu yang suci
Membuat ku terhanyut dalam mimpi-mimpi indah
Engkau bagaikan bidadari dalam sunyi ku
Yang hadirnya membawakan sejuta kedamaian

Paras mu laksana rembulan yang menawan
Bila di pandang, hati inilah yang berdecak kagum
Betapa mempesonanya engkau bila terus di pandangi

Aku lemah dalam dalam nafasku jika bertatap dengan mu
Aku buta dalam pandang ku bila engkau tersenyum syahdu
Tubuh ini menjadi panas dingin yang menggigil
Ketika engkau menyapa dengan lembut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar