"....bertelaga,menepi air mata. Mungkin karma
adalah jawaban. Wajah-wajah siang itu bagai pelepah, berkelu lidah
dibuang duka. Ia adalah ratapan tangan yang meminta kala, saling
bertabuh perut nan duka. Darinya ia menelan getah, bukan pelepah batang
kurma bukan dari kota kita. Baiknya kita tidur dari anak-anak randu...."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar