Dentum suaramu berserak dalam hati
ketika langit menangisi setiap hadiah tuhan yang terhenti
pada bumi dimana tetes-tetes matamu berkelu kesah
terbelenggu tentang harapan yang semu
Sedang langkahku lebih cepat mengayunnya
mengejar setiap jari-jarimu yang tertutup kepasrahan
menopang kuat-kuat bagaimana jadinya aku hidup tanpamu,
demi satu kehidupanku ada bersamamu
Dalam deras hujan meraup kemarau menua
disana sebuah rencana telah terwahyukan
Ia memberinya satu ujian tentang kehidupan
Hingga kewajaran sebagai insan semestinya ada
Berjanjilah bahwa hidupmu untuk selalu bersamaku
Melewati segala badai dan melukai
Mencari jalan dengan janji Tuhan yang abadi
Aku bersamamu dengan hangat secangkir teh yang kau suka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar