Minggu, 22 Juni 2014

Peristiwa Jarak

Dentum suaramu berserak dalam hati
ketika langit menangisi setiap hadiah tuhan yang terhenti
pada bumi dimana tetes-tetes matamu berkelu kesah
terbelenggu tentang harapan yang semu

Sedang langkahku lebih cepat mengayunnya
mengejar setiap jari-jarimu yang tertutup kepasrahan
menopang kuat-kuat bagaimana jadinya aku hidup tanpamu,
demi satu kehidupanku ada bersamamu

Dalam deras hujan meraup kemarau menua
disana sebuah rencana telah terwahyukan
Ia memberinya satu ujian tentang kehidupan
Hingga kewajaran sebagai insan semestinya ada

Berjanjilah bahwa hidupmu untuk selalu bersamaku
Melewati segala badai dan melukai
Mencari jalan dengan janji Tuhan yang abadi
Aku bersamamu dengan hangat secangkir teh yang kau suka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar