Selasa, 17 Juli 2012

Farah


Ia sedang berpelangi
Di atas laut sebagai cermin
Ia juga sedang diatas kereta kencana
Dan menanam tapaknya kedasar
Lalu sebuah sumur jernih mulai hidup
Dan pusarnya masih melekat di dinding telinga
Terdengar, ia mulai merasa berada di kota mati
Menjumpai nenek sihir berbaju kapas

Jejak telapaknya mengejar untuk memeluk kakinya
Saat dimana, semuanya menjamuri kulit
Nun, mereka percaya bahwa alas kaki itu benar
Karena sejarahpun dimulai dari alas kaki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar