Rabu, 18 Juli 2012

Melati Berdaun Pelangi


Sebaris gadis syurga memberi khabar
Sepenggal cerita yang tersangkut di awan
Mereka mencoba mencairkan kekhawatiran
Karena mereka tak sepenuhnya bertamu
Letup-letup kecil dari mulutnnya mulai bersahutan
Seolah menjadikan daya tarik untuk ku cermati
Lalu diantara mereka hanya terdiam tak berkata
Hanya saja kantung matanya mulai terpenuhi sinaran

"Wahai pemuda, kami menjelma menjadi insan dalam balutan keluguan,agar engkau segan menerima kami" Tutur salah satu diantara mereka.
"Adakah hal penting hingga kalian membuat malamku menjadi putih atas balutan itu?" Sahutku dengan nada penasaran.
"Kami telah membawa wangi yang sebelum sampai di muka bumi begitu suci,aromanya mampu mencernakan fikiran sebelum kita mengungkapkan, ialah salah satu penyusun ragamu yang tak sempurna sepeninggal jarak kalian. Namun sayang kedatangan kami tercium oleh sekelompok srigala berambut domba, hingga sekeranjang kebenaran itu menjadi sedikit berbau sengat". Sahut salah satu dari mereka.
"Sungguh aku adalah fakir yang tak mengerti ucapan anda, apa yang harus kudengarkan dan kulakukan"Sambil ku eratkan kedua telapak tanganku.
"Kami tak bisa berlama-lama bersama engkau, kami harus segera pergi. "Ini sisa yang kami bawa, jika kau hendak membuatnya wangi kembali, maka bersabalah dengan kenangan-kenangan yang mengganggu. Ini adalah rusukmu yang selalu terjaga seperti kau menjaga dirimu, ia adalah engkau." Tiba-tiba mereka sudah diatas kepala dan melambaikan tangan tanda kepergian.

Kini aku mengerti
Bahwa Pelangi tetap ada bersama Melati
Meski hadir ditengah senja
Tak jarang ia menjadi pelangi di Dini Hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar