Bersamaan wustha
Manusia bertanya
Hidup adalah bingkai
Sebagai hiasan atau hakikat
Manusia penabur dusta
Mengira terjaga dari luput
Seperti kabut untuk musafir
Bersamaan wustha
Mereka merasa sudah merdeka
Sebagai pendekar kepuasan
Dengan pedang kabilah terpisah
Bersamaan wustha
Bertahan bahwa kegelapan bermata cerah
Tanpa linangan air kekeruhan
Maka ialah bening dibawah lumpur
Bersamaan wustha
Dunia milik pribadi dan tak ber-Tuhan
Kasur-kasur empuk lebih nikmat ketimbang mengingat
Tanpa syarat untuk syariat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar