Kita telah berlalu merindu
Telah berlalu pula kematianmu menghanyut
Kau pasangkan nisan hitam di rerumputmusendiri
Hingga menjalar meraba sesalmu
Semenjak pagi itu ditengah jalan
Aku masih ingat kau pamerkan gerakmu
Dan kau bawa aku pada ruang gelap
Seoalah kau mampu untuk bertahan
Di sela -sela perhelatan romansa
Kau masih titipkan bekas yang membisu
Tanpa mulut telah kau haturkan
Tentang rerintih yang kau cumbui
Aku hanya tersenyum
Saat ini kau adalah patung kematian
Doa-doaku tak pernah kau restui
Hingga kau terasa sakit saat menikmati tubuhnya
Ya, biarkan ini kulewati sisa-sisa kematianmu
Jangan pernah datang lagi
Berteman sajalah pada kunang-kunang
Setidaknya ia mampu menghiasi sesalmu tanpa senang
Telah berlalu pula kematianmu menghanyut
Kau pasangkan nisan hitam di rerumputmusendiri
Hingga menjalar meraba sesalmu
Semenjak pagi itu ditengah jalan
Aku masih ingat kau pamerkan gerakmu
Dan kau bawa aku pada ruang gelap
Seoalah kau mampu untuk bertahan
Di sela -sela perhelatan romansa
Kau masih titipkan bekas yang membisu
Tanpa mulut telah kau haturkan
Tentang rerintih yang kau cumbui
Aku hanya tersenyum
Saat ini kau adalah patung kematian
Doa-doaku tak pernah kau restui
Hingga kau terasa sakit saat menikmati tubuhnya
Ya, biarkan ini kulewati sisa-sisa kematianmu
Jangan pernah datang lagi
Berteman sajalah pada kunang-kunang
Setidaknya ia mampu menghiasi sesalmu tanpa senang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar