Malam yang menyulut api
Menyala-nyala diatas atap-atap sunyi
Gagak-gagak memutar,menari dengan kantung
berita
Diantara nafas-nafas yang berderu memburu
Mengguncang energi ,memaksa untuk
terkulai pada ranjang kepasrahan
Dan diantara mereka memaksa membendung air mata
Sementara sejenis mereka tertidur pulas tanpa
etika
Yang bersila berfatwa tentang surga dan neraka
Punggung-punggung bangsa diruntuhkan dari
setiap sudut kota
Para ibu lupa menyusui anak-anak mereka
Para bapaknya berselir rapi
Anak mereka bermain pada belantara sekedar
mencari ranting kering
Gadis-gadisnya menjanda dini
Karena jejakanya lapar akan khuldi
Mana pagi yang dulu bersahaja?
Hening,selaras tak terjumpai lagi
Bahkan kian menjadi fatamorgana yang mencekam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar