Jumat, 29 Juni 2012

Potret



Malam yang menyulut api
Menyala-nyala diatas atap-atap sunyi
Gagak-gagak memutar,menari dengan kantung berita
Dan petanda itu mengkerutkan kening dipertumbuhan zaman

 
Diantara nafas-nafas yang berderu memburu
Mengguncang energi ,memaksa untuk terkulai  pada ranjang kepasrahan
Dan diantara mereka memaksa membendung air mata
Sementara sejenis mereka tertidur pulas tanpa etika
Yang bersila berfatwa tentang surga dan neraka
Punggung-punggung bangsa diruntuhkan dari setiap sudut kota
Para ibu lupa menyusui anak-anak mereka
Para bapaknya berselir rapi
Anak mereka bermain pada belantara sekedar mencari ranting kering
Gadis-gadisnya menjanda dini
Karena jejakanya lapar akan khuldi
Mana pagi yang dulu bersahaja?
Hening,selaras tak terjumpai lagi
Bahkan kian menjadi fatamorgana yang mencekam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar