Melati II
Setetes embun mengkilapi dedaun
Meneduhkan hasrat pagi yang masih sunyi
Hijaunya tulus menerima
Bila layu maka ia pun menyambut
Sepasang kupu-kupu lahir memfitrahi kebun asmara
Mengajak berdansa sambil bernyanyi bahagia
Mereka berdua mendekap tawa tanpa kata
Menyudut pandangan mata dan saling mengalah
Ialah kuncupku
Kelak akan mekar kembali
karena ia masih berwarna
Sampai kapanpun ia tetap berwarna pelangi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar