Wanita berbaju
kabut
Turun ke tepian
kota
Menyeret langkah
berbatu
Berpasir,
menyisir ditiap bagian jalan
Punggungnya
merunduk mematuh alam
Menggendong sisa
hutan dalam keranjang
Keringatnya
menyalin kulit
Dijalan sempin
berjejak lumpur
Kini, pasar tak
lagi memasar
Ada air mata
ditiap jajakannya
Bergelut
mengejar untung
Dan tangan
petani pun terpasung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar