Tak kuasa sepertinya malam ini
harus berlayar beriring sepi
tak ada yang duduk manis disisi
tak ada pula yang menyiapkan kopi
Bak nahkoda tinggal sepenggal
nyaris tenggelam tertinggal
tapi malam masih menjanjikan
besok purnama melambai datang
Meski sampan ini reyot
belum beratap dan masih berdayung
namun alasnya tetap kokoh
mampu menguasai riak samudera
Tak apa kau pilih Kapal Pesiar itu
Mewah kan?
Tampan pula nampak bertengger bak pamer
Namun belum tentu senyaman sampanku
Disana kau akan bergelimang harta
disana pula kau dapati cahaya dari kristal
sedang sampanku penerangnya tak lain adalah rembulan
kehangatannya adalah kesabaran
Pastilah kau tak tahan
hanya ikan yang ku beri
yang kudapat sembari berlayar
dan itupun tak pasti menurutmu,bukan?
Oh...
Senyumku tetap bercermin bahagia
walau berlayar sendiri
tetap jua ku tatih harapan ini
tak ada disampingmu bukan berarti Tuhan tak disampingku
Biar saja ini berjalan menuju waktu yang tak kelam lagi
esok pagi masih ada bidadari menanti
Bersedia hidup karena alam
bukan ketakutan atas alam
Hanya dia yang kucari
hanya dia yang kuberi
karena dia tak meminta lebih
karena dia percaya kewajibanku sebagai Pemimpin
Tetapkan hatimu wahai yg tersenyum diatas kemegahan
ingatlah bahwa Titanic yang megahpun akhirnya karam dan tenggelam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar