Di telaga hutan tersiar kabar duka
Dibawa gagak yang pekat
Tertuju alam petang
Dalam pangkuan kesendirian
Kalut jiwa ku akan kecemasan
Yang kian menguntai hari-hari ku
Putaran roda tak henti-henti nya memutar
Hingga ujung sabar semakin terbatas
Tak separuhpun dedaunan mawar merah
Berjatuhan kerena hujan
Bertanya meski dalam malu
Gerangan siapa duka mampu tertawa
Hingga lilin-lilin pun menari dalam gelap
Tak mampu menerangi saat terang
Oh itu dalam ingatan
Sesaat gerimis berteduh di bawah pelangi
Hanya warnanya yang nampak dari kejauhan
Seperti engkau dalam purnama malam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar