Dari Bisik
Mendengar rangkuman debu di pulau seberang
semacam katak yang sedang mendengkur di lubang penglihatan. Ia meraih kain
kuning diantara yang merah menyala kemudian terdiam menunggu sekerumunan
manusia untuk menjabat tangannya dengan kalimat "Semoga kebahagiaannya
terencana dengan baik" .Sementara garis matanya meleleh dan melingkar
ke bumi dengan isak nafas dari hidungnya yang terjatuh.
"Aku
tak pernah merasa kehilangan atas apa yang kamu tinggalkan, walau sederhana dan
singkat itu semua tak ubahnya lajur dedaun yang telah menguning. Kapan dan
dimana, maka mungkin masanya akan tiba untuk kembali menghijau. Jika kau
izinkan, biar aku yang memetik buahnya jika telah usai".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar