Per-awalan tak lama bersinggah. Sekejap seperti lenyap dan membuat
kembali pekat. Belum lama sederet asap menjulang ke atap logika, merebut
kesadaran pikirku yang berlalu dan menjemu. Mewarnai lembar kanvas
pribadi yang buram menuntun kegemerlapan.Seperti kini pergi tak membekas
atau masih bersambung?
Entah:tiba-tiba langkahku teduduk pada
bangku dan bertemu,ber-alaskan bambu yang menua. "Entah" ku ulangi
kalimat ini:karena ada keterasingan yang belum usai kuterka. Dan menjadi
tanda untuk dikirimkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar