Sepertinya semua ini berkah Ilahi
Berlubang, tembus pandang dan menjerat
Jemari kita belum sama-sama mekar
Maka lebih baik saja kita menggenggam erat sendiri
Kau dan aku bermimpi lewat lagu
Merasakan halusinasi yang bercermin perumpamaan
Dan raga ini sudah terguyur kesunyian, tak berteman meski dikeramaian
Mereka bilang kita adalah rambut yang memerah
Bila kau berfikir ufuk masih memaku waktu
Bagiku ia tetap bersunatullah
Memanjangkan hari dengan permadani inderawi
Dan terbagi ke pelataran hati
Sampai dimana kita berjumpa
Kau dan akupun tak menau
Karena sesungguhnya melatimu sedang duduk di singgasana perkawinan
Dan "Ya Sudah", aku pulang tanpa keranjang yang berbuah segar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar