Zaman: Coretan pada kertas memaksa membaca
sendiri, didepan, menari sambil bercumbu. Ia asing setelah khatam, mereka sibuk
membenarkan topi. Kemudian membentuk perhelatan.
Ditangan mereka menggenggam roti,diletakannya
didalam kantong baju, disiapkan untuk menjaring siang hingga petang. Kemudian mereka sengaja mencipta malam di ruang belajar.
Memberi tabir pada benda agar tak mendirikan bayangan. Namum mereka lupa bahwa
dinding-dindingpun hidup dan mengamati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar