Kulihat dirimu tersenyum diantara
malam penuh Tanya
Kulihat pula hujan telah berganti
dengan pelangi
Dan parkit-parkit cantik mewarnai
sore itu
Entah dimana yang satu bisa ku
jumpai
Seperti asyik bercengkerama
dengan hatinya
Teringat jelas dalam pusaran
pikiran ku
Terlihat jelas pula saat-saat
fajar menyapa dan berbisik
Itukah kamu yang membawa air
diwaktu shubuh
Ataukah sekedar bayang-bayang semu
yang tertutup imaji sepi.
Sedetik uraian waktu berlalu
penuh liku
Tanpa jelas dimana mesti ku duduk
Apakah menunggu lainnya berlari,
atau sengaja kutinggalkan mereka?
Wahai angin yang menertawakanku
Aku lemah dalam nafas ku
Aku mati dalam langkahku
Aku menjadi demam dalam malam
Aku menjadi gila dalam angan
Sudahilah aku dengan kerancuan
belaianmu
Satu kalimat ataukah do’a yang
belum ku mengerti
Dimana memaksaku untuk menjerit
dan berkelahi,
dengan segenap perasaan yang lain
yang tak henti-hentinya darah ini
mengalir dalam pusaran hati
”Semoga Allah selalu
menjagamu...”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar