Minggu, 01 Juli 2012

Rona II

Kulihat dirimu tersenyum diantara malam penuh Tanya
Kulihat pula hujan telah berganti dengan pelangi
Dan parkit-parkit cantik mewarnai sore itu
Entah dimana yang satu bisa ku jumpai
Seperti asyik bercengkerama dengan hatinya


Teringat jelas dalam pusaran pikiran ku
Terlihat jelas pula saat-saat fajar menyapa dan berbisik
Itukah kamu yang membawa air diwaktu shubuh
Ataukah sekedar bayang-bayang semu yang tertutup imaji sepi.

Sedetik uraian waktu berlalu penuh liku
Tanpa jelas dimana mesti ku duduk
Apakah menunggu lainnya berlari,
atau sengaja kutinggalkan mereka?
Wahai angin yang menertawakanku
Aku lemah dalam nafas ku
Aku mati dalam langkahku
Aku menjadi demam dalam malam
Aku menjadi gila dalam angan


Sudahilah aku dengan kerancuan belaianmu
Satu kalimat ataukah do’a yang belum ku mengerti
Dimana memaksaku untuk menjerit dan berkelahi,
dengan segenap perasaan yang lain
yang tak henti-hentinya darah ini mengalir dalam pusaran hati

”Semoga Allah selalu menjagamu...”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar